Mittwoch, Dezember 25, 2013

Aku dan Sahabatku


Aku dan Sahabatku
Seorang pemenang tak kan berhenti untuk berusaha dan orang yang berhenti untuk berusaha tak kan menjadi seorang pemenang

Ketika Semuanya...

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain. Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang itu pula.
Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya, karena kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah. Semoga kamu menemukan orang seperti itu.
Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang, sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata. Semoga kamu memimpikan orang seperti itu.

Freitag, Dezember 20, 2013

ingin

saat aku ingin mengembara kembali seperti dulu,, 

Boleh ko nangis....

Setiap orang pasti pernah memangis, begitu juga dengan diriku. Aku memangis ketika aku merasa kecewa. Aku menangis ketika aku telah disakiti. Aku menangis ketika aku tidak sanggup lagi memikul beban berat. Aku akan menangis ketika semua hal itu datang kepadaku.

Ada yang bilang bahwa menangis itu merupakan tanda kelemahan diri. Namun bagiku tidak. Aku menangis ketika aku merasa sudah tak mampu lagi untuk bertahan atau berpura-pura kuat. Aku mau jujur dengan apa yang aku rasa, dan di setiap tetes air mata itu ada ribuan kata yang mungkin tak dapat lagi aku sampaikan.

Mungkin kau tak ada teman bicara saat ini, namun kau sudah sangat ingin menumpahkan semua bebanmu. Menangislah karena Tuhan mendengar semua seruan hatimu. Menangislah jika hal itu bisa mengurangi bebanmu. Menangislah jika batinmu sedang tertekan.

don't cry nduk..

Montag, November 25, 2013

Saat Ku Temukan Kapten...

Aku yang telah
Membiarkan rasa itu tumbuh dan tumbuh
Aku yang telah
Menumbuhkan cinta di dalam hati itu

Kini harus ku sadari
Ku telah jadi milikmu

Saat kau temukan aku
Saat ku temukan engkau
Duniaku terasa damai
Penuh cinta bila kau di sini
Saat ku temukan kamu
Saat kau temukan aku
Hatiku selalu damai penuh cinta

Aku yang telah
Membiarkan rasa itu tumbuh dan tumbuh
Aku yang telah
Menumbuhkan cinta di dalam hati itu

Saat kau temukan aku
Saat ku temukan engkau
Duniaku terasa damai
Penuh cinta bila kau di sini
Saat ku temukan kamu
Saat kau temukan aku
Hatiku selalu damai penuh cinta

Saat kau temukan aku
Saat ku temukan engkau
Hatiku selalu damai ooh
Bila kau di sini cinta

Donnerstag, Juni 27, 2013

Maafkan kalu membuat menunggu

sya tak suka menunngu karena secara situasi menunggu itu menyebalkan,, tetapi suatu saat sya membuat ade menunggu,, mavkan karena ku telah membuatmu menunggu,, jikalau sya salah mavkan ya,, sebenarnya sya juga tidak suka kalau terlambattetapi situasi dan kondisi yang membuatku jadi harus terlambat..

Sonntag, Juni 23, 2013

Mimpi Yang Sempurna Reft 2

Cerita ini berawal dari seorang anak, dia bernama Desta. Sekarang dia duduk di kelas XII SMA di Jogja. Yang bermimpi akan bertemu dengan seorang sahabat kecilnya. Dalam mimpi tersebut, dia bertemu dengan sahabat kecilnya di sebuah gedung sekolah ketika kegiatan belajar mengajar. Sahabatnya itu adalah siswa baru di sekolah tersebut. Sebut saja sahabatnya Putra. Putra yang sudah 6 tahun pergi, pindah ke kota. Dalam mimpinya Desta, putra kembali ke desa. Dalam mimpinya itu mereka bercakap-cakap:

Desta                            : “Putra.....?????”
Putra                             : “Iya Desta, ini putra..kamu masih ingat aku khan??”
Desta                            : “Benar kamu Putra??”
                                    “ Kamu kembali buat aku??
Putra                             : “ iya desta aku kembali buat kamu”

Dan pembicaraan merekapun terhenti karena desta terbangun dari tidurnya,desta terdiam dan berdoa

Desta              : “Jika itu mimpi baikku tolong pertemukan aku dengan sahabatku,tapi jika itu hanyalah mimpi bunga tidurku sampaikan ke sahabatku bahwa aku sangat rindu dia”

Pagi menjelang desta berangkat kesekolah,dan disekolah desta bercerita tentang mimpi
itu kepada temannya sebut dia sera teman sebangku desta
(percakapan mereka berawal di bangku depan)

Sera                              : “Pagi desta...??”
                         (Menyapa desta dengan membuat desta terkejut)
                         “Kamu kenapa lagi sii, ada masalah lagi?”
                         (sambung cakap sera sambil duduk didekat desta)
Desta                            :”tidak ada apa-apa akau cuma bingung aja”
                         (murung muka desta)
Sera                              :” Apa yang membuat kamu bingung desta?”
(denganpenuh paenasara ,tetap meyakinkan desta untuk bercerita kepada sera)
Desta                            :”Putra...”
Sera                              :”Kenapa ma putra,putra lagi putra lagi “
                         (dengan kesal sera mendengar nama itu)
Desta                            :” Putra dateng ke mimpi aku semalam, dia balik lagi kesini buat aku”
                         (memegang tangan sera agar mendengarkan kata desta)
Sera                              :”Tak mungkin itu semua terjadi itu cuma mimpi”
Desta                            :”Aku yakin sera, yang ada dalam mimpi aku itu putra”
                         (berusaha meyakinkan sera)
Sera                              :”Sudahlah desta, terserah apa kamu mau kata”
                         (mengacuhkan desta)

Akan tetapi desta tetap yakin akan mimpinya itu,karena keyakinan dan kepercayaanya itu
Yang membuat desta semangat,
Beberapa hari berlalu desta pun terus memikirkan akan mimpinya dan semakin yakin, lalu desta bercerita kembali kepada Rere, rere yang selalu memberi desta semangat dan keyakinan, (percakapan mereka bermulai di dalam kelas)

Desta              :”Re, aku selalu bermimpi tentang putra ,dia datang lagi kesini buat aku,tapi....”
                         (menundukan kepalanya dengan muka murung)
Rere                              :” Tapi apa?”
                         “Kamu tidak yakin akan mimpimu?”
                         (dengan memotong pembicaraan desta)
Desta                            :”Itu Cuma mimpi dan tak mungkin terjadi kata sera ,Re”
                         (lirih desta berucapnya)
Rere                              :” Tidak desta mimpi itu akan terjadi, mimpi itu nyata”
                         (dengan yakin rere menjawabnya)

Lama mereka berdua berbincang-bincang, lalu datang teman mereka anggit namanya, anggit memberitahu mereka berdua bahwa akan ada siswa baru di kelasnya. (perbincangan mereka berawal di bangku depan)

Anggit                          :” Desta ...Rere....”
                         (panggil anggit dengan mengagetkan mereka)
Desta + Rere              :”iya , ada apa?”
                         (kaget mereka berdua)
Anggit              :” Kalian tau tudak kalau akan ada murid baru di sekolah kita, dia pindaha dari kota, cowok pula wah ada wajah baru di kelas  kita”
(dengan heboh dia menceritakanya)
Desta + Rere               :” (terdiam dn masih berfikir tentang apa kata anggit)
Rere                              :” Kok kamu heboh banget git kan dia cowok, kamu cowok ,ha..ha..”
Anggit                          :”kan aku kasih tau kalian siapa tahu ada kesemapatan”
(tanggap anggit mengejek mereka)

Desta terdiam dan berfikir apa itu putara yang akan sekolah mereka, dengan keyakinan itu desta berkata”

Desta                            :’ Re itu putra”
(dengan lirih dia berbisik ke rere)

Pagi pun tiba desta tak sabar akan kabar dari ibu guru tentang siapa murid baru itu, bel masuk pun berbunyi semua siswa masuk kelas dan mereka menunggu ibu guru untuk memulai kegiatan belajar mereka.
Ibu guru pun masuk kelas dan mulai memperkenalkan siswa baru tersebut (berdiri di depan kelas)


Ibu guru              :” Selamat pagi anak-anak?
(menyapa siswanya dengan senyum)
Kaliah sudah tau bukan kalau bdi kelas kita akan bertambah 1   siswa?”
“ibu akan memperkenalkan teman baru kalian,dia pindahan dari kota,dulu dia pernah sekolah di desa kita juga, akan tetapi dia pindah ke kota di karenakan ayahnya ada tugas di kota dan sekarang dia pengen sekolah lagi di tempat asal dia”

.Desta pun terdiam saat ibu guru bercerita singakta tentang murid baru itu, dia berfikir apa benar dia putra sahabat kecilnya.

Ibu guru               :”Sini nak masuk ibu akan memperkenalkan kamu dengan teman barumu”
(memanggil anak itu dan menyuruhnya cepat)
Anak-anak namanya putra,ibu harap kalian bisa menjdi teman dan bisa membantu putra,sebelumnya memperkenalkan diri dulu ya?”
(ibu guru menyuruh putra memperkenalkan diri di depan kelas)
Putra              :” Selamat pagi teman-teman ,saya putra saya dulu pernah sekolah di desa ini, tapi ayah harus pindah ke kota jadi saya dan sekeluarga pindah ke kota dan sekarang saya ingin sekolah di sini lagi mohon bantuan teman-teman semua”
Ibu guru              :”Putra kamu duduk di sebelah Rizal “
(menyuruh putra untuk duduk di sebelah rizal)
Rizal                             :”Sini Put....”
(memanggil putra untuk cepat)
Putra                             :”Terima kasih bu”

(Ketika ibu guru menyebutkan nama murid baru itu Sera dan Rere spontan menoleh ke arah desta sambil tersenyum mendengar nama itu sera dengan tidak percaya dia menggeleng-gelengkan kepalanya)
Bel istirahat berbunyi ,desta yang belum percaya akan kedatangan putra itu hanya bisa terdiam dan berucap tak percaya kepada teman sebangkunya.

Desta              :’Intan apa benar yang di ucapkan rere padaku saat aku bercerita tentang mimpiku”
(dengan bingung intan menjawab desta)
Intan                              :”Mimpi?? Mimpi ???
(bingung akan desta)
Desta                            :” Putra tan, putra”
(menatap intan yang sedang kebingungan)
Intan              :”Putra?? Ada apa dengan dia? Jangan buat aku kayak orang bodoh gini, jangan bikin aku bingunglah “
(memaksa desta untuk bercerita)

(desta terdiam karena putra lewat di belakang intan dan tersenyum kepadanya))
(ketika pelajaran sedang berlangsung desta selalu melihat putra dan berfikir
“apa benar dai putraku?”
Apa benar dia kembali buat aku seperti apa yang ada di dalam mimpiku?”
Keyakinan desta mulai ada jalan terangnya ketika seorang teman desta bercerita akan masa kecilnya ketika pulang sekolah

Rizal                             :”Desta tunggu, ada yang mau aku tanyakan “
(teriak rizal memanggil desta di koridor sekolah)
Desta                            :”Iya, ada apa zal?”
(jawab rizal dan menoleh ke arah rizal)
Rizal              :”Kamu pernah punya teman yang dia sekitar 6 tahun yang lau pindah ke kota”
(Desta terdiam sesat rizal tanya begitu)
Rizal                             :”Desta, aku ini bertanya jawablah ,jangan diam gitu?”
(tanya rizal lanjut dan meneuk bahu desta)
Desta                            :” Untuk apa kamu tanya begitu ,zal?”
(jawab desta heran akan tanya rizal)
Rizal                             :”Udahlah jawab saja sih apa salahnya?”
(dengan memaksa desta untuk menjawabnya)
Desta                            :”Iya aku pernah punya teman yang kamu tanyakan tadi,kenapa?”
(Rizal langsung pergi meninggalakan desta)

Dalam perjalan pulang desta selalu memikirkan yang ditanyakan rizal tadi, keesokan harinya desta sengaja berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya karena masih penasaran akan tanya rizal kemaren,ketika sampai di kelas desta melihat andre yang juga baru saja masuk kekelas

Desta                            :” Pagi Andre?”
Andre              :”Eh kamu des, tumben berangkat pagi biasanya khan siang?”
(sambil mengejek desta)
Desta              :”Iya nih, lagi insaf aja, oiya rizal mana ndre, biasanya barengan sama kamu?”
(sambil meletakan tas di bangku)

Belum sempat andre menjawab pertanyan desta, rizal sudah mengagetkan desta

Rizal              :”Pagi desta, tumben baget kamu berangkat pagi tadi juga aku denger kamu mencariku ya, ada apa?
(dengan mengagetkan desta)
Desta              :’Iya aku mencarimu,cuma mau tanya maksud pertanyaan kamu kemarin pulang sekolah?”
(memaksa rizal untuk kasih jawaban tanaya desta)
Rizal                             ’Oalah itu tho, udah nanti juga kamu tahu”
(sambil meletakan tas di bangku)
(desta hanya diam dan duduk di bangku)

Teman-teman yang lain udah mulai berdatangan akan tetapi putra belum terlihat masuk kelas dalam hati desta mencemaskan putra, tak lam bel masuk berbunyi putra pun tak terlihat masuk kelas

(Dalam hati desta berucap nah itu dia ,dari mana dia kok baru datang?)
Setelah belajar mengajar usai bel istirahat pun berbunyi desta dan teman-temannya langsung beranjak ke kantin baru saja desta berdiri ada yang memanggilnya.

Putra                             :” Anak kecil mau kemanah?”
(masih duduk di bangkunya, merapikan bukunya)

(Desta mendengar panggilan itu teringat akan panggilan kecilnya oleh sahabatnya, dan berfikir apa benar itu putra sahabat kecilnya,(tetap mengacuhkan panggilan itu))

Putra                             :”Aduh aduh anak kecil ni di panggil tak mau jawab”
(berdiri dari bangkunya)
Desta                            :(dengan tak yakin menjawab panggilan itu)
“Anak gedhe,kamu?
(berbalik dan melihat ke arah putra)
Putra                             :”(tersenyum dan menyuruh desta mendekat padanya)
Desta              :’(Dengan senag dan mata berkaca-kaca mendekat ke arah putra dan sepontan mencubit tangan putra)
“Kamu itu kemana saja, kamu tu ya”
Putra                             :’(Hanya tersenyum melihat ke arah desta)
“anak kecil anak kecil, tetap aja anak kecil”
(sambil memegang kepala desta)

Saat itu di kelas masih ramai dan wulan yang dari awal melihat mereka berdua mulai murung dan mengajak nanda untuk meninggalkan kelas

Wulan                           :”Nanda, kita pergi dari sisni saja,”
(agak kesal melihat putra dan desta)
Nanda                          :”iya, mau kemana?”
Wulan               :”Kantin “
(ketus jawabnya)

Akhirnya mereka berdua meninggalakan desta dan putra lama putra dan desta berbincang-bincang , bercerita sampai-sampai  lupa teman desta sudah menunggu .lalu desta memperkenalkan putra ke teman-temanya

Desta                            :” Putra ini teman-temanku”
(mempersilakan putra berkenalan denagn teman-temanya)
Sera                              :”Kamu benar akan mimpimu desta”
                         (dengan menepuk bahu desta)
Desta pun menceritakan mimpinya kepada putra.
Putra                             :”Mimipimu sekarang sudah sempurnakan?
Aku putra berjanji , tak akan meninggalkan anak kecil lagi”
(pegang tangan desta)
Desta                            :”Idih, kamu itu apa-apaan sih”
(melepaskan genggaman tangan putra)

Desta pun menceritakan kepada sera,intan,rere tentang putra mereka pun akhirnya senag karena melihat desta tak murung lagi. Akan mimpinya, tapi desta masih bingung akan wulan dan nanda karena mereka menjauhin desta padahal dulunya mereka akrab destapun mendekati mereka dan ada apa dengan mereka.

Desta                            :” Wulan, Nanda tunggu”
(berteriak memanggil mereka)
Wulan                           :”Iya desta ada apa”
Nanda                          :” Iya desta ini teriak teriak ada apa sih?
Desta                            :” Kalian kenapa kok jadi berubah sama aku”
(mengajak mereka duduk bangku di depan kelas)
Wulan                           :”Tak ada apa-apa kok, oiya putra itu siapa kamu kok kamu bisa dekat gitu?
Nanda                          :”Iya siapa kamu dia itu”
Desta                            :”Dia sahabat aku dari kecil dan sudah 6 th tidak berjumpa”
(meyakinkan mereka berdua)
Wulan + Nanda:”Jadi dia bukan cowok kamu”
Desta                            :”Bukan,dia sahabat aku dari kecil “
“kalian salah paham khan”
Wulan              :”Maaf kalau sikap kami berubah sama kamu tapi sekarang sudah jelas kan,iya gak nanda?”
(melihat ke arah nanda)
Nanda                          :”(menganggukan kepala)

Akhinya mereka tak ada masalah lagi dan main seperti biasanya lagi,desta dan putrapun sekarang bersatu lagi dan tetap menjalin persahabatan ini

Desta                            :” Akhirnya Allah telah mengabulkan doaku dan mimpiku, sekarang tak sekedar mimpi, mimpiku sudah menjadi mimpi yang sempurna karena keyakinan dan kepercayaan yang selalu bersamaku dan teman temanku yang selalu ada di sampingku”
(desta terdiam saat mereka berkumpul)

Desta              :” Sera,Rere,Inthan,Wulan, Nanda,Andre,Rizal,Anggit kalian memang sahabat terbaikku(melihat ke arah mereka)
S+R+I+W+N+A+R+A              :”(Tersenyum ke arah desta)
Desta                            :”Putra kamu adalah anak gedheku yang bisa buat aku bahagia”
(menatap ke arah putra)
Putra                             :”Kamu juga anak kecilku yang tetap saja kecil”
(sambil mengejek desta)
Desta               :”Makasih ya Allah ,Engkau telah memberikan sahabat terbaik seperti mereka”

Akhirnya desta dan teman-temannya berjalan berdampingan saling melengkapi sampai sekarang mereka tetap bersahabat”



Created By : Desta
Copyright November 2009